Iwurung Juwe
Iwurung Juwe adalah salah satu ritual adat yang ada di Kalimantan Tengah. Wurung Juwe adalah nama sebuah burung yang menyimbolkan sebuah ritual adat. kita dapat menemukan ritual adat suku dayak ini pada acara adat pernikahan orang-orang dayak maanyan, yang dapat dijumpai di Kabupaten Barito Timur dan di seluruh kecamatannya.
Ritual ini menceritakan tentang pencarian wurung juwe yang hilang (mempelai perempuan). Biasanya pencarian si Wurung Juwe bertahap mulai dari anak – anak, remaja putri, ibu – ibu, dan akhirnya nenek – nenek, kemudian di pasangkan bergantian dengan mempelai laki – laki. Jika si mempelai laki – laki mengatakan bahwa itu bukan mempelai perempuannya, maka pencarian wurung juwe akan terus berlanjut. Penari dapat mengitari seluruh pekarangan rumah untuk mencari wurung juwe yang di maksud oleh mempelai laki – laki sampai bertemu dengan mempelai perempuannya (wurung juwe). Pada akhir ritual ini biasanya juga diselingi dengan atraksi Balian Bulat sebagai acara hiburan yang dibawakan oleh penari-penari perempuan dan laki-laki,, tapi yang melakukan Balian Bulatnya adalah penari laki-laki, penari perempuan hanya mengiriginya saja. Penasaran..??? hayooo… cari tau lebih jauh tentang Bartim. .. banyak banget lho budaya daerahnya….
Like this:
Mei 6, 2010 - Posted by Murraya Putri Palupi | Uncategorized | Balian Bulat, Bartim, Kalimantan Tengah, Suku Dayak maanyan, Wurung juwe
1 Komentar »
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Putri nich….



Arsip
- Mei 2010 (5)
- Januari 2010 (1)
- September 2009 (1)
- Juli 2009 (3)
Meta
Halaman
-
Komentar Terakhir
Murraya Putri Palupi on Anjangsana Go to Panti Jo… bejo on Anjangsana Go to Panti Jo… PEMILIHAN DUTA WISAT… on Anjangsana Go to Panti Jo… budies on Iwurung Juwe Murraya Putri Palupi on Mereka Tidak Sendiri -
Tulisan Terkini
Kategori
-
yang udah berkunjung....
- 1,482 hits
Blogroll
abadikan segala aktifitas dan kejadian dalam bentuk tulisan. Jangan menunggu, dan jangan terlalu sering menengok ke belakang. didepan sana banyak hal yang bisa kamu perbuat.
salah satu cara agar tulisan kita dikenal orang adalah dengan bergabung di berbagai kelompok, salah satunya komunitas JANAH (jurnalis anak ampah)